Rss Feed
  1. Kamis, 09 Juli 2015

    "Jika saling mencintai tanpa pengertian dan simpati, akan sulit untuk jalan bersama. Mereka tetap bisa bersama, namun jauh di dasarnya terasa hampa. Itu akan membuat keduanya tak nyaman.

    Namun, jika saling mencintai dengan pengertian dan simpati, mengetahui dengan jelas siapa dirinya, apa yang mereka sukai dan tidak sukai, dan menerima segala yang ada di dalam diri mereka dengan tulus, itu akan berlangsung selamanya." -Sat2Mon, Thailand Movie (2012).

  2. Jumat, 03 Juli 2015

    "Jadilah orang yang logis dan pintar, jangan jadi orang yang setia tapi ..."
    "Wis tah gab sampe kapan awakmu betah dikenekno"
    "Cukup yo de e ngelarani awakmu pas pacaran iko"
    "Aku mangkel suwe suwe nang awakmu"
    "Sudahlah, tinggalkan dirinyaaa"

    Masih banyak lagi, dan mungkin mereka akan selalu berkata seperti itu. Memang terngiang, tapi tidak ada niatan untuk meninggalkannya sama sekali. Bodoh atau entah apa itu, kata yang sudah menjadi hal pokok yang aku dengar ketika aku menceritakan sosoknya. Padahal sudah tidak ada ikatan, tapi tetap bertahan. Untuk saat ini, menjadi teman ketika dia butuh sandaran sudah cukup. Mantan, memang. Tapi aku tahu dia masih sama, menyayangiku, seperti yang dia katakan. Entah hanya bualan atau ketulusan. Yang aku tahu cerita ini akan tetap berlanjut sampai titik lelah pertahanan untuknya usai, pudarnya perasaan satu sama lain, dan kita hanya sepasang yang pernah saling mencintai.

Diberdayakan oleh Blogger.